Posted by : Unknown
Rabu, 01 Oktober 2014
Definisi Sanitasi Lingkungan
Sanitasi
lingkungan adalah Status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan,
pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebaginya (Notoadmojo, 2003).
Rumah
Rumah
adalah salah satu persyaratan pokok bagi kehidupan manusia. Rumah atau tempat
tinggal manusia, dari zaman ke zaman mengalami perubahan. Pada zaman purba
manusia bertempat tinggal digua-gua, kemudian berkembang, dengan mendirikan
rumah tempat tinggal di hutan-hutan dan dibawah pohon. Sampai pada abad modern
ini manusia sudah membangun rumah (tempat tinggalnya) bertingkat dan
diperlengkapi dengan peralatan yang serba modern.sejak zaman dahulu pula
manusia telah mencoba mendesain rumahnya, dengan ide mereka masing-masing yang
dengan sendirinya berdasarkan kebudayaan masyarakat setempat dan membangun
rumah mereka dengan bahan yang ada setempat (lokal material) pula. Setelah
manusia memasuki abad modern ini meskipun rumah mereka dibangun dengan bukan
bahan-bahan setempat tetapi kadang-kadang desainya masih mewarisi kebudayaan
generasi sebelumnya (Notoadmojo, 2003).
Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam membangun suatu rumah :
1. Faktor
lingkungan, baik lingkungan fisik, biologis maupun lingkungan sosial. Maksudnya
membangun suatu rumah harus memperhatikan tempat dimana rumah itu didirikan. Di
pegunungan ataukah di tepi pantai, di desa ataukah di kota, di daerah dingin
ataukah di daerah panas, di daerah pegunungan dekat gunung berapi (daerah
gempa) atau di daerah bebas gempa dan sebagainya. Rumah didaerah pedesaan,
sudah barang tentu disesuaikan kondisi sosial budaya pedesaaan, misalnya
bahanya, bentuknya, menghadapnya, danlain sebagainya. Rumah didaerah gempa
harus dibuat dengan bahan-bahan yang ringan namun harus kokoh, rumah didekat
hutan harus dibuat sedemikian rupa sehingga aman terhadap serangan-serangan
binatang buas.
2. Tingkat
kemampuan ekonomi masyarakat
Hal ini dimaksudkan rumah
dibangun berdasarkan kemampuan keuangan penghuninya, untuk itu maka bahan-bahan
setempat yang murah misal bambu, kayu atap rumbia dan sebagainya adalah
merupakan bahan-bahan pokok pembuatan rumah. Perlu dicatat bahwa mendirikan
rumah adalah bukan sekadar berdiripada saat itu saja, namun diperlukan
pemeliharaan seterusnya (Notoadmojo, 2003).
Syarat-syarat rumah yang sehat :
1. Bahan
bangunan
a. lantai :
Ubin atau semen adalah baik, namun tidak cocok untuk kondisi ekonomi pedesaan.
Lantai kayu sering terdapat pada rumah-rumah orang yang mampu di pedesaan, dan
inipun mahal. Oleh karena itu, untuk lantai rumah pedesaan cukuplah tanah biasa
yang dipadatkan. Syarat yang penting disini adalah tdak berdebu pada musim
kemarau dan tidak basah pada musim hujan. Untuk memperoleh lantai tanah yang
padat (tidak berdebu) dapat ditempuh dengan menyiram air kemudian dipadatkan
dengan benda-benda yang berat, dan dilakukan berkali-kali. Lantai yang basah
dan berdebu merupakan sarang penyakit.
b. Dinding :
Tembok adalah baik, namun disamping mahal tembok sebenarnya kurang cocok untuk
daerah tropis, lebih-lebih bila ventilasinya tidak cukup. Dinding rumah di
daerah tropis khususnya di pedesaan lebih baik dinding atau papan. Sebab
meskipun jendela tidak cukup, maka lubang-lubang pada dinding atau papan
tersebut dapat merupakan ventilasi, dan dapat menambah penerangan alamiah.
c. Atap
Genteng : Atap genteng adalah umum dipakai baik di daerah perkotaan maupun
pedesaan. Disamping atap genteng cocok untuk daerah tropis, juga dapat
terjangkau oleh masyarakat dan bahkan masyarakat dapat membuatnya sendiri.
Namun demikian, banyak masyarakat pedesaan yang tidak mampu untuk itu, maka
atap daun rumbai atau daun kelapa pun dapat dipertahankan. Atap seng ataupun
asbes tidak cocok untuk rumah pedesaan, di samping mahal juga menimbulkan suhu
panas didalam rumah.
d. Lain-lain
(tiang, kaso dan reng)
Katu untuk tiang, bambu untuk
kaso dan reng adalah umum di pedesaan. Menurut pengalaman bahan-bahan ini tahan
lama. Tapi perlu diperhatikan bahwa lubang-lubang bambu merupakan sarang tikus
yang baik. Untuk menghindari ini cara memotongnya barus menurut ruas-ruas bambu
tersebut, maka lubang pada ujung-ujung bambu yang digunakan untuk kaso tersebut
ditutup dengan kayu.
2. Ventilasi
Ventilasi rumah mempunyai banyak
fungsi. Fungsi pertama adalah untuk menjaga agar aliran udara di dalam rumah
tersebut tetap segar. Hal ini berarti keseimbangan O2 yang
diperlukan oleh penghuni rumah tersebut tetap terjaga. Kurangnya ventilasi akan
menyebabkan O2 didalam rumah yang berarti kadar CO2 yang
bersifat racun bagi penghuninya menjadi meningkat.disamping itu tidak cukupnya
ventilasi akan menyebabkan kelembaban udara didalam ruangan naik karena
terjadinya proses penguapan dari kulit dan penyerapan. Kelembaban ini akan
merupakan media yang baik untuk bakteri-bakteri, patogen (bakteri-bakteri
penyebab penyakit.)
Funsi kedua daripada ventilasi adalah
untuk membebaskan udara ruangan-ruangan dari bakteri-bakteri, terutama bakteri
patogen, karena disitu selalu terjadi aliran udara yang terus-menerus. Bakteri
yang terbawa oleh udara akan selalu mengalir. Fungsi lainya adalah untuk
menjaga agar ruangan selalu tetap didalam kelembaban (humuduty) yang
optium.
Ada 2 macam ventilasi, yakni :
a) Fungsi
kedua dari pada ventaliasi adalah untuk membebaskan udara ruangan dari
bakteri-bakteri, terutama bakteri patogen, karena disitu selalu terjadi aliran
udara dan sebagainya. Di pihak lain ventilasi alamiah ini tidak menguntungkan,
karena merupakan jalan masuknya nyamuk dan serangga lainya ke dalam rumah.
Untuk itu harus ada usaha-usaha lain untuk melindung kita dari gigitan-gigitan
nyamuk tersebut.
b) Ventilasi
buatan, yaitu dengan mempergunakan alat-alat khusus untuk mengalirkan udara
tersebut, misalnya kipas angin, dan mesin penghisap udara. Tetapi jelas alat
ini tidak cocok dengan kondisi rumah di pedesaan.
Perlu
diperhatika disinni bahwa sistem pembuatan ventilasi harus dijaga agar udara
tidak berhenti atau membalik lagi, harus mengalir. Artinya di dalam ruangan
rumah harus ada jalan masuk dan keluarnya udara.
3. Cahaya
Rumah
yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan tidak terlalu banyak.
Kurangnya cahaya yang masuk kedalam ruangan rumah, terutama cahaya matahari di
samping kurang nyaman, juga merupakan media atau tempat yang baik untuk hidup
dan berkembangnya bibit-bibit penyakit. Sebaliknya terlalu banyak cahaya
didalam rumah akan menyebabkan silau, dam akhirnya dapat merusakan mata. Cahaya
dapat dibedakan menjadi 2, yakni :
a) Cahaya
alamiah, yakni matahari. Cahaya matahari ini sangat penting, karena dapat
membunuh bakteri-bakteri patogen di dalam rumah, misalnya baksil TBC. Oleh
karena itu, rumah yang sehat harus mempunyai jalan masuk cahaya yang cukup.
Seyogyanya jalan masuk cahaya (jendela) luasnya sekurang-kurangnya 15% sampai
20% dari luas lantai yang terdapat didalam ruangan rumah. Perlu diperhatikan di
dalam membuat jendela diusahakan agar sinar matahari dapat langsung masuk ke
dalam ruangan, tidak terhalang oleh bangunan lain. Fungsi jendela disini,
disamping sebagai ventilasi, juga sebagai jalan masuk cahaya.
Lokasi penempatan jendela pun
harus diperhatikan dan dusahakan agar sinar matahari lama menyinari lantai
(bukan menyinari dinding). Maka sebaiknya jendela itu harus di tengah-tenan
tinggi dinding (tembok).
Jaln masuknya cahaya ilmiah juga
diusahakan dengan geneng kaca. Genteng kaca pun dapat dibuat secra sederhana,
yakni dengan melubangi genteng biasa waktu pembuatanya kemudian menutupnya
dengan pecahan kaca.
b) Cahaya
buatan, yaitu menggunakan sumber cahaya yang bukan alamiah, seperti lampu
minyak tanah, listrik, api dan sebagainya.
4. Luas
bangunan rumah
Luas
lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di dalamnya, artinya
luas lanai bangunan tersebut harus disesuaikan dengan jumlah penghuninya. Luas
bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuninya akan menyebabkan
perjubelan (overcrowded). Hal ini tidak sehat, sebab di samping
menyebabkan kurangnya konsumsi O2 juga bila salah satu anggota
keluarga terkene penyakit infeksi, akan mudah menular kepada anggota keluarga
yang lain. Luas bangunan yang optimum adalah apabila dapat menyediakan 2,5 – 3
m2 untuk tiap orang (tiap anggota keluarga).
5. Fasilitas-fasilitas
didalam rumah sehat
Rumah yang sehat harus mempunyai
fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
a. Penyediaan
air bersih yang cukup
b. Pembuangan
Tinja
c. Pembuangan
air limbah (air bekas)
d. Pembuangan
sampah
e. Fasilitas
dapur ruang berkumpul keluarga
Untuk rumah di pedesaan lebih
cocok adanya serambi (serambi muka atau belakang).
Disamping
fasilitas-fasilitas tersebut, ada fasilitas lain yang perlu diadakan tersendiri
untuk rumah pedesaan, yakni:
a) Gudang,
tempat menyimpan hasil panen. Gudang ini dapat merupakan bagian dari rumah
tempat tinggal tersebut, atau bangunan tersendiri.
b) Kandang
ternak. Oleh karena kandang ternak adalah merupakan bagian hidup dari petani,
maka kadang-kadang ternak tersebut ditaruh di dalam rumah. Hal ini tidak sehat,
karena ternak kadang-kadang merupakan sumber penyakit pula. Maka sebaiknya demi
kesehatan, ternak harus terpisah dari rumah tinggal, atau dibikinkan kandang
sendiri (Notoadmojo, 2003).


