Posted by : Unknown
Rabu, 01 Oktober 2014
DUNIA KECIL DI BELAKANG RUMAH
Tidak pemberian yang berarti
sebenarnya. Sepasang baju dari bahan katun bercorak norak bukan hal yang patut
dibanggakan. Apalagi sebagai hadiah istimewa. Sebulan sudah ia berteman dengan
bocah perempuan jalan sepuluh itu. Pengalaman baru persahabatan dengan bocah
pemulung kardus di perkampungan kumuh. Tentu tanpa sepengetahuan kedua orangtua
Hellen. Terlalu berbahaya membiarkan Hellen Cherry Hidayat tanpa pengawalan.
Banyaknya berita elektronik menayangkan berita maraknya penculikan anak. Hal
itu yang menyebabkan sepasang pengusaha garmen kaya, Tuan Hidayat Razak dan
Nyonya Tinneke Warouw. Memasung putrinya dalam kekuasaan sosial.
Menginjak enam belas usianya,banyak
hal yang belum boleh dilakukannya tentang kemandirian. Ketika dia mulai
menyadari kekangan yang tidak sehat itu, diapun mengajukan protes,sayangnya
pernyataan itu ditolak. Keputusan tetap menegaskan bahwa dia harus dirumah
saja.
Pak Nurdin kepala satpam berkumis tebal itulah yang
selalu menghalangi keinginan Hellen kabur sesaatnya dalam rumah,sepertinya
Pak.Nurdin mempunyai bakat menjadi satpam professional.
Bosan, kata yang sering hadir dalam
hari-hari Hellen meski banyaknya fasilitas permainan, tapi selalu saja ada yang
kurang. Setelah adanya Siti Zulaika dalam hari-hari Hellen yang panjang dan
melelahkan, Hellen seperti menemukan dunianya yang hilang. Semenjak kematian
Oma Selena, keceriaan masa kanak-kanak Hellen hilang, bagai tertiup angin. Dia
tidak punya teman,kedua orang tuanya terlalu sibuk dengan urusan bisnis.
Pertemuannya dengan bocah bernama Siti
Zulaikha memang seperti penawar rindu. Bocah kecil itu hadir dalam hidup Hellen
bukan hanya sebagai teman, dia merupakan anugrah Tuhan yang mengajarinya akan
banyak sekali hal tentang kehidupan lain diluar dunianya.
Hellen masih ingat betul awal
perkenalannya dengan Siti Zulaikha. Kira-kira sekitar sebulan yang lalu, Hellen
bertemu dengan bocah kecil itu di depan gerbang rumahnya. Keinginin tahuannya
tentang bocah kecil itu menerbitkan rasa heran tentang rumah kardus di sebrang
sungai, belakang perumahan yang indah rumahnya. Sama sekali tak pernah
terbayangkan oleh Hellen ada dunia kecil dengan ratusan bahkan ribuan orang
yang hidup dibawah garis kemiskinan. Lalu diakrabinya bocah kecil itu. Ternyata
banyak hal yang tidak diketahui Hellen selama ini.
Dari persahabatan Hellen dengan bocah
kecil itu , Hellen dapat merasakan getirnya dan kejamnya kehidupan tidak mampu.
Hellen bersyukur dengan kondisi keluarganya yang mapan, dan jauh diatas garis
kemiskinan. Sungguh indah persahabatan mereka, dua anak manusia yang berasal
dari dua dunia yang berbeda persahabatan mereka adalah anugrah.

